Cerita inspirasi yonk pemilik dark castle

EXPOSEinBERITA - Cerita inspirasi yonk pemilik dark castle, Meski hanya lulusan SMP, Wahyu bisa membuktikan bahwa keyakinan, kerja keras dan disiplin bisa mengantarnya meraih sukses besar. Siapa pun orangnya, pasti tak ingin hidup dalam keterbatasan ekonomi, termasuk Wahyu yang biasa disapa Yonk.

cerita inspirasi yonk pemilik dark castle beromzet miliaran dulunya seorang pengamen
Lelaki yang kini memiliki usaha clothing dengan brand Dark Castle ini sempat menjalani masa kecil dan remajanya dengan pahit. Ia hanya sempat mengenyam pendidikan hingga SMP dan berjuang mencari nafkah dengan menjadi pengamen.

"Sebenarnya waktu itu masih mau sekolah. Tapi bagaimana lagi, orang tua sudah tidak bisa membiayai," kata Yonk getir.

Selepas SMP, Yonk tak bisa lagi melanjutkan ke jenjang SMA. Dia pun kemudian meminta izin kepada orang tuanya untuk membantu mencari penghasilan.

Ia pun merelakan masa sekolah dan bermainnya untuk mengamen.

karena hanya kemampuan bermain gitar yang dia miliki. Dengan usia masih belia plus hanya memiliki ijazah SMP, rasanya mustahil untuk mendapatkan pekerjaan formal.

"Tiga tahun saya hidup di jalan, mengamen demi hidup. Walau hasilnya kadang-kadang hanya Rp 10 ribu paling besar Rp 16 ribu," tutur Yonk.

Uang yang tak seberapa itu ia bawa pulang ke rumahnya yang sangat sederhana untuk membantu biaya hidup keluarganya. Rumah tempat tinggal Yonk waktu itu hanyalah sebuah rumah panggung berdinding anyaman bambu yang lembab dan gelap, sehingga ia menyebutnya “Istana Kegelapan”.

Setelah tiga tahun menjadi pengamen, ketua RW di tempat tinggalnya memberikan surat rekomendasi kepadanya untuk bisa bekerja meskipun hanya berijazah SMP. Yonk pun akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan tekstil. Kebahagiaan membuncah di hatinya, karena ia tak lagi mencari nafkah di jalan. Sayang, itu hanya berlangsung sesaat.

Pabrik tempat Yonk bekerja melakukan PHK masal dan Yonk masuk di daftar PHK

Ia pun sempat down dengan kondisi tersebut. Tapi pengalamannya di jalan yang keras menyadarkannya, bahwa dia harus terus berjuang dan maju. Dia tak ingin kembali ke jalan dan hanya bisa membantu secuil kehidupan keluarganya.

Ia pun lantas memutar otak bagaimana caranya agar bisa menghasilkan uang lagi. Sempat ingin punya Usaha sendiri, tapi apa daya ia tak punya uang. Yonk pun lantas teringat kepada salah satu temannya, Opik, yang memiliki Usaha konveksi. Dia pun mendatangi Opik untuk meminjam barang dan menjualkannya. Persahabatan mereka membuat Yonk dengan mudah mendapatkan barang tanpa banyak persyaratan.

Usaha menjajakan kaos yang dimulai pada 2005 itu ternyata hasilnya lumayan

Dia bisa menyambung hidup dan membantu keluarganya lagi. Dari menjajakan kaos polos tersebut, terbetik idenya untuk memberi nilai lebih pada produk yang dijual.

Dia pun kemudian menambahkan sablon dengan desain musik metal kegemarannya. Dia juga menambahkan label Dark Castle pada kaos yang dijualnya. Nama Dark Castle terinspirasi oleh rumahnya yang biasa ia sebut sebagai 'Istana Kegelapan'.

Upaya Yonk tak berhenti di situ. Dia pun memanfaatkan jaringan musik metal yang digelutinya untuk melebarkan sayap. Dia menggandeng pentolan-pentolan band cadas seperti Jihad dan Bleeding Corpse untuk dibuatkan desain kaos.

Ternyata cara itu cukup jitu, karena band-band tersebut memiliki basis masa yang cukup banyak. Dari situ Yonk semakin semangat untuk mengembangkan Usahanya

Dua tahun ia menjalankan Usaha dengan sistem “underground”, yaitu tanpa toko dan hanya mengandalkan jaringan komunitas musik, ternyata hasilnya cukup besar.

Bermodal keuntungan dari Usahanya selama dua tahun sebesar Rp 6 juta. 

Pada 2008 Yonk memberanikan diri membuka toko di Plaza Parahyangan dengan menyewa sebuah los. Spekulasi Yonk berbuah manis. Setelah membuka los, omzetnya menggelembung. Dari omzet jutaan perbulan, omzetnya naik jadi puluhan juta dan pada saat ramai omzetnya bisa menembus ratusan juta. Kerja kerasnya selama ini terbayar lunas. Sesuai dengan niat dan tekadnya ketika memulai Usaha, Yonk ingin membantu keluarganya.

Hal pertama yang dilakukan Yonk setelah ekonominya mapan adalah membangun sebuah “istana” bagi keluarganya. Ia kemudian membangun sebuah rumah permanen dengan dinding kokoh dan bukan dari anyaman bambu lagi. Lewat Dark Castle, ia akhirnya mampu mengubah Istana Kegelapan menjadi “istana” yang nyaman untuk ditinggali bersama keluarganya.

Pengalamannya menjadi reseller membuat Yonk memiliki ide untuk membangun jaringan reseller. Ia sudah hafal tentang bisnis berbasis reseller berbekal pengalamannya selama tiga tahun menjadi menjadi reseller yang bergerilya memasarkan merchandise band di daerah Bandung dan sekitarnya. Pengalaman itulah yang kemudian memunculkan ide untuk membangun jaringan reseller Dark Castle.

Tapi Yonk tak mau terburu-buru dalam membangun jaringan reseller agar produknya tersebar dengan cepat. Ia menerapkan syarat cukup ketat bagi orang yang ingin menjadi bagian jaringan resellernya.

Setiap calon reseller baru harus sudah memiliki toko yang sudah berjalan selama satu tahun. Hal ini diterapkan untuk mengurangi risiko hit and run dari reseller. Asal coba dan kemudian kabur. Ia ingin reseller Dark Castle mempunyai kesungguhan dalam bekerja sama dan memasarkan produknya.

Meski begitu Yonk juga memberikan kelonggaran-kelonggoran untuk kasus tertentu. Misalnya saja ada mahasiswa yang ingin menjadi reseller produk Dark Castle tapi modalnya cekak dan belum memiliki toko, Yonk tetap bisa memasukannya ke dalam jaringan reseller Dark Castle. Perlakuan khusus ini diberikan untuk menyemangati entrepreneur baru untuk maju dan tidak menyerah hanya karena keterbatasan dana semata.

Lewat cara ini Yonk sekarang berhasil membangun jaringan reseller yang cukup solid berjumlah 423 reseller. Jaringan reseller Dark Castle tersebar di seluruh provinsi di Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua. Jaringan reseller ini membuat arus kas Dark Castle mengalir semakin deras. Untuk bulan-bulan tertentu seperti bulan puasa jelang lebaran omzetnya bisa mencapai Rp 1 miliar!

Lantas apa kunci sukses Yonk untuk meraih keberhasilan tersebut. Yonk punya resep sederhana yaitu tiga kunci untuk sukses. "Untuk sukses itu syaratnya ada tiga yaitu: keyakinan, kerja keras dan disiplin," katanya.
(finance.detik.com)